LKN Dukung Peluncuran Buku Jokowi Maestro Sebagai Nominator Peraih Nobel untuk Bidang Ekonomi

Uncategorized490 Dilihat

Medan, Goosela.com – Presiden Joko Widodo akan direkomendasikan sebagai nominator Peraih Nobel untuk bidang ekonomi. Rekomendasi ini turut di dukung Lembaga Kajian Nawacita (LKN) dan akan disampaikan kepada Panitia Nobel saat peluncuran Buku Jokowi Maestro Pembangunan Ekonomi Indonesia, yang dijadwalkan pada 22 April 2022 nanti di Hotel Adi Mulia Medan.

Rencana itu disampaikan panitia sekaligus penulis buku tersebut, Yonge Sihombing, Senin (7/3/2022), kepada media, dalam acara Temu Ramah Penulis Dan Panitia Bersama Pers, yang digelar di Hotel & Apartemen Huber Medan, yang terletak di kawasan Jalan Setia Budi Medan.

Dalam paparannya, Yonge mengatakan bahwa panitia telah mengundang 252 peserta yang berasal dari dalam dan luar negeri, termasuk panitia seleksi calon peraih Hadiah Nobel.

“Panitia telah mengundang peserta dari berbagai kalangan tingkat nasional maupun internasional diantaranya para akademisi, ketua umum parpol, penulis buku, gubernur, bupati dan walikota, maupun penerbit buku. Semua peserta undangan sudah terdata berikut fotonya yang sudah dimasukan dalam buku undangan,” papar Yonge sembari menunjukan album daftar undangan dengan desain yang eksklusif itu.

Selain itu, sambungnya, pada saat peluncuran buku juga akan dilakukan webiner dengan peserta sebanyak 21 ribu peserta. “Dan diharapkan nanti dapat masuk rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) karena akan dihadiri langsung Ketua MURI, Jaya Suprana,” tutur mantan staf ahli DPRD Sumut ini.

Baca juga:  Lihat Perhatian Besar Pemerintah dalam Membangun Papua, Eks Teroris OPM Sukarela Serahkan 2 Senpi

Diungkap penulis yang produktif ini, penulisan buku Jokowi Maestro Pembangunan Ekonomi Indonesia dengan sub titel Sebuah Catatan Keberhasilan Pembangunan Ekonomi Indonesia yang Digerakkan oleh Gaya Kepemimpinan Presiden Jokowi Yang Efektif, digarap selama satu tahun dengan mengutip banyak referensi pengakuan akademik dari berbagai pakar nasional maupun internasional yang nantinya juga dijadwalkan akan hadir pada saat peluncuran buku.

Yonge juga membeberkan bahwa panitia sudah melayangkan surat resmi ke Presiden Jokowi untuk dapat menerima audensi panitia dalam waktu dekat ini.

“Audensi panitia ini nantinya bertujuan untuk meminta saran dan pendapat Pak Presiden Jokowi untuk suksesnya acara peluncuran buku dan rekomendasi nominator peraih Nobel untuk bidang ekonomi, termasuk untuk penyempurnaan kepanitiaan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sosialisasi hajatan pada puncak peluncuran buku tersebut, mempunyai tiga poin utama. Pertama, peluncuran buku yang dimaksud. Kedua, testimoni capaian keberhasilan pembangunan ekonomi Indonesia yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri yang intinya terwakili unsur GABS-nya, yakni goverment, akademik, bisnismen, dan society. Ketiga, rekomendasi kepada komite Nobel yang nantinya turut hadir.

Dikatannya, penulisan buku itu adalah sebagai rangkuman testimoni para pakar yang didasarkan pada fakta capaian pembangunan ekonomi Indonesia selama dipimpin oleh Presiden Jokowi.

Baca juga:  Pelantikan Pengurus PKK Kecamatan dan Desa se-Kecamatan Salak Dihadiri oleh Ketua TP PKK Pakpak Bharat

“Selain keberhasilan dalam melaksanakan pembangunan ekonomi, kita juga ingin menonjolkan gaya kepemimpinan Presiden Jokowi yang efektif, rendah hati, dan sederhana, yang mampu menjadi mesin penggerak para pelaku pembangunan walaupun secara akademik belum ada penelitian untuk hal itu,” jelasnya.

Dengan gaya Jokowi yang tulus dalam bekerja, tidak mementingkan diri sendiri, tidak mengejar kekayaan, imbuhnya lagi, hal itu diikuti oleh orang lain dan membuat pengusaha jadi enjoy saja dalam berusaha.

“Ini yang mau kita tampilkan kepada masyarakat Indonesia bahwa kita sudah mempunyai teladan. Ayo, kalau mau bergerak ekonomi di daerah-daerah, ikuti gaya Jokowi,” harapnya.

Dia melihat gaya kepemimpinan Jokowi juga sudah mulai diikuti oleh para pemimpin dunia dalam menggerakan pembangunan ekonomi negaranya.

Buku yang ditulis dalam 11 bab setebal 267 halaman itu, tidak hanya berisi tentang keberhasilan Jokowi tetapi juga memuat kritikan terhadap kepemimpinannya.

Disebutkannya juga, buku tersebut nantinya akan dicetak secara eksklusif untuk dibagikan kepada seluruh peserta hadir.

Panitia yang turut mendampingi Yonge Sihombing diantaranya sekretaris, Michael Huber, Andriana Panjaitan sebagai bendahara, dan anggota Tiorisma Haloho, Luhut Hamonangan Marbun, Barita Esnan Dabuke, Rider Tampubolon, Pieter Jordan Sinaga, Murniati Huber Tobing, dan Yohanna Silalahi.

(G/N)

Komentar