EDUKASI – Yang menjadi permasalahan besar Negara Indonesia saat ini adalah tingginya angka kemiskinan.
Angka kemiskinan yang cukup tinggi menimbulkan banyak dampak yang terjadi, seperti yang kita ketahui kemiskinan ini sendiri timbul karena menipisnya lapangan pekerjaan sehingga banyak pengangguran.
Selain itu juga adanya kebiasaan malas untuk berusaha pada sebagian orang. Kemiskinan ini perlu menjadi perhatian penuh bagi setiap orang.

Melihat di beberapa Negara lainnya banyak yang mati karna minimnya ekonomi keluarga.
Hal yang menjadi penyebab besar terjadinya angka kemiskinan saat ini adalah kurang tersediannya lapangan pekerjaan.
Seperti kita tahu juga masih banyak keluarga yang tidak menerapkan sistem Keluarga Berencana sehingga sebagian orang tua yang tidak memiliki pekerjaan tetap merasa kesulitan untuk membiayai anak-anak mereka.
sebagian dari kita ada yang putus asa sehingga mencari pekerjaan di tempat yang tidak dibenarkan seperti prostitusi, pembegalan dan lainnya.
Permasalahan yang sangat krusial seperti ini tidak boleh diabaikan, karna seharusnya generasi saat ini adalah contoh untuk generasi kedepannya.
Ditambah lagi dengan masa pandemi saat ini. tidak ada potongan uang sekolah dan keringanan pembayaran SPP. Hal ini sangat membebandakan orang tua anak yang menyekolahkan anaknya baik TK, SD, SMP, SMA dan Kuliah.
Belum lagi dengan belajar secara daring membutuhkan kuota dan gadget. Ini tentu semakin menambah beban orang tua, ditambah lagi perekonomian dimasa pandemi ini sangat meresahkan.
Akibat yang akan timbul disebabkan oleh permasalahan diatas adalah banyaknya anak baru lahir dibuang oleh orang tua dengan dalih tidak mampu membiayai, anak-anak yang meminta di jalanan dan tidak sekolah, anak-anak dibawah umur yang merokok di jalanan.
Apakahkah ini akan tetap dibiarkan? Semakin banyak anak-anak yang tidak sekolah ataupun mereka yang putus sekolah ditengah jalan, maka semakin tinggi peluang Kriminal kedepannya.
Karna mereka tidak mendapatkan edukasi yang harusnya menjadi hak mereka seperti anak usia lainnya yang lebih beruntung.


Hanya ada satu cara untuk mengatasi hal tersebut agar tidak terjadi kedepannya, yaitu dengan belajar.
Cara menuntaskan kebodohan adalah dengan belajar, cara menghapuskan kemiskinan adalah dengan belajar.
Maka cara agar saat ini anak-anak yang tidak sekolah maupun putus sekolah agar tetap belajar yaitu dengan mengadakan pembelajaran didesa-desa maupun ditempat masing-masing dengan guru yang sukarelawan mau membagi waktu dan jasanya tanpa mengharapkan pamrih. Dimana tempat ini akan menjadi wadah belajar bagi anak-anak yang mungkin putus sekolah karena perekonomian tetap belajar.
Dengan adanya sistem pembelajaran seperti ini, maka akan banyak generasi bangsa yang terbantu. Mereka bisa menimba ilmu tanpa membebani orang tuaNya.
Tidak terbayangkan jika sistem pembelajaran seperti ini diterapkan,maka tidak aka nada kita temukan anak yang terlantar dijalanan kedepannya.
Banyak dari mereka yang tidak sekolah namun tetap memiliki kemauan dan semangat yang tinggi untuk belajar.
Mereka yang masih kecil terkadang kita lihat menjadi kuli bangunan, pengamen jalanan, tukang parkir dan tidak mendapatkan kesempatan belajar yang harusnya dimiliki anak seusianya.
Semoga solusi ini bisa membantu pemerintah khususnya kementerian pendidikan, untuk mengahasilkan anak bangsa yang berpikir emas. Belajarlah agar masa depan tidak terlantar dijalanan.
Sumber : Indah Aritha Bintang
(GOOSELA/JOSUA)








WhatsApp us
Komentar