Tapsel, Goosela.com – Masyarakat yang tinggal di desa Gunung Baringin Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan sangat merindukan Jalan Beraspal, agar Pemerintahan Kabupaten Tapsel segera memperbaiki akses jalan menuju ke desa tempat mereka tinggal. Hal ini dikatakan oleh masyarakat yang diwakili oleh Imam Roni Harahap kepada awak media, Jumat (22/4/2022).
“Mulai dari Mosa Jahe sampai Mosa Palang ada sekitar 10 KM jalan hancur dan rusak parah. Setiap hari kami harus merasakan kondisi jalan yang hancur tersebut apalagi jika turun hujan, maka resiko kecelakaan pada kami saat melintas di jalan utama ke desa kami itu kerap terjadi,” ucap Imam Roni Harahap.
Imam Roni Harahap pun mengatakan sementara di daerah tersebut ada perusahaan penebangan hutan yang sudah ada selama 20 tahun dan semua armada pengangkutan kayu melewati akses jalan tersebut. Jalan yang rusak parah tidak ada perhatian dari pihak perusahaan diketahui bernama PT.Panei Lika Sejahtera yang diketahui sejak 14 Februari 2022 izin pemanfaatan hutan kepada mereka sudah habis dan hingga kini belum ada perpanjangan di keluarkan pihak dinas kementerian Kehutanan.
“Selama 20 tahun Perusahaan penebangan hutan itu diduga beroperasi tak pernah membantu warga lewat CSR miliknya, baik itu untuk perbaikan jalan dan lain sebagainya sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat setempat,” ujarnya.
Warga yang diwakilkan oleh Imam Roni Harahap dan Narul Ritonga dan beberapa warga lain pun berharap Gubernur Sumatera Utara dapat turun meninjau langsung akses jalan di desa Gunung Baringin Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan. Selain itu juga warga meminta Bupati Tapanuli Selatan juga turun dan melihat langsung kondisi jalan utama menuju desa Baringin sampai ke desa Misa Palang.
Dikatakan warga lagi, pada saat pemilihan Calon Gubernur Sumatera, ada sebanyak 6000 suara dari warga desa Gunung Baringin memilih Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dengan harapan ada perubahan yang dirasakan warga ketika Gubsu Edy Rahmayadi duduk menjadi Gubsu didampingi oleh Wagubsu, Musa Rajeksyah.
“Itulah harapan kami kepada Gubernur Sumatera Utara, Bapak Edy Rahmayadi. Tolong bantu kami pak, kami juga secara keras menolak keberadaan PT PLS yang meski diketahui izin menebang pohon hutan sudah habis namun muatan kayu terus keluar masuk melintasi pemukiman warga dan disitu pula kondisi jalan kami semakin hancur,” pungkasnya.








WhatsApp us
Komentar