Resah Banjir, Pemuda Sembalun Kepung Kantor Desa untuk Tuntut Hentikan Pengerukan Tebing

Daerah, NTB561 Dilihat

Lombok Timur, NTB – Sebagian pemuda dan masyarakat Dusun Sembalun Bumbung mendatangi Kantor Desa Sembalun Bumbung, Senin, 15 Juni 2026.

Kedatangan mereka untuk meminta pertanggungjawaban atas dugaan aktivitas pengerukan bukit di kawasan Orong Banjer.

Massa menilai pengerukan tebing yang tidak beraturan telah mengubah kultur geografis tanah. Akibatnya, banjir sering terjadi saat musim penghujan beberapa waktu terakhir. Bagi warga, ini menjadi pemicu utama keresahan yang terus meningkat.

Baca juga:  Bupati dan Wabup Rohil Menghadiri HUT Satpol PP dan Satlinmas Tingkat Provinsi Riau

“Warga datang ke pemerintahan desa sebagai pemangku kebijakan tertinggi untuk mengecek ulang izin pengerukan dan mengkaji dampak lanjutan jika pengerukan terus dilanjutkan,” ujar salah satu perwakilan aksi.

Kritik warga juga menyasar konsistensi kebijakan. Di tengah gencarnya kampanye Pemerintah Provinsi NTB melalui program Go Green, warga mempertanyakan apakah pengerukan tersebut selaras dengan upaya pelestarian lingkungan yang sedang digencarkan.

Baca juga:  Babinsa Koramil Tipe B 0808/20 Sananwetan Anjangsana ke Rumah Warga Binaannya

Setelah hearing dengan pemerintah desa dan berdiskusi bersama OGIMAN, salah satu tokoh muda setempat, Mahsum selaku Ketua Umum RBPM menegaskan sikapnya. Ia menyatakan penggusuran yang merusak ekologi dan mengubah struktur tanah akan membawa dampak buruk jangka panjang terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak desa terkait hasil pertemuan tersebut. (de)

Komentar