Medan – Anggota DPRD Medan Fraksi Nasdem Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos. mengadakan acara Sosperda Kota Medan ke-3 mengenai persampahan di Jalan Budi Luhur, Gg. Pembangunan, Lorong Asep, Lk I, Medan Helvetia, Sabtu (14/3/2026), pukul 17.00 WIB.
Turut hadir anggota DPRD Medan Fraksi Nasdem Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos, bapak Camat Medan Helvetia, mewakili Lurah Kel Dwikora Rio siregar, bapak Zulkarnain Hasibuan, Kepling 1 Sri Hamdanii, Tokoh Agama Resdina Simanjuntak dan lainnya.
Acara dimulai dengan doa bersama yang dibawakan olen ibu Resdina Simanjuntak M.Pd.
Pantauan awak media ada sekitar 400 orang dalam mengikuti acara Sosperda tersebut.
Dalam sambutannya, Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Nasdem Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos mengatakan, “Terima kasih yang telah mendukung saya untuk 2 periode ini. Pemerintah tidak salah tentang masalah persampahan tetapi masyarakatnya perlu membenahi diri dalam mengatasi permasalahan sampah, mari sama-sama kita antusias dalam menangani masalah persampahan ini,” ucapnya.
Lanjut Antonius, “Sistematis kerjasama masyarakat agar berkesinambungan dalam mengatasi pengurangan permasalahan sampah,” ucapnya.
Sampah bisa disimpan dalam wadah bank sampah oleh warga agar dapat diolah dan menghasilkan uang.
Program bank sampah di setiap lingkungan agar dilakukan dan ini merupakan program dari Pemko Medan.
Nanti ada PKH program bapak walikota Medan yang akan memberikan PKH kepada masyarakat yang kurang mampu. Dan akan disalurkan untuk puluhan KK.
Sampah berproduksi dengan sebanyak 1500-1600 pounds per harinya. Sampah bisa juga menjadi energi listrik di tahun 2026 ini.
Mewakili Lurah Kel Dwikora mengatakan bahwa dari Sampah saja dapat diolah untuk menghasilkan uang. Hasil dari bank Sampah itu bisa utk pembayaran naik bus listrik.
Warga pak Limbong bertanya bahwa bagaimana pemerintah dapat mengarahakan masyarakat agar sadar akan penanganan persampahan.
Pak Limbong juga bertanya apakah disarankan membuat denda dengan membuang sampah sembarangan. Apakah diberikan sanksi denda kepada warga yang membuang sampah sembarangan.
Bank sampah menjadi energi dengan bobot 10 kg sampah dapat menjadi sumber energi mobil listrik bagi warga.
Antonius mengatakan bahwa Denda itu sah aja. Walaupun sebenarnya ada sanksi bagi yang melanggar Tapi denda itu bisa memberatkan bagi masyarakat.
Lurah juga mengatakan bahwa
Bank sampah perlu memperhatikan lokasi yang layak. Program Bank sampah ini sangat baik untuk dilakukan.
Ada 3 titik lokasi Bank sampah yang sudah saya laksanakan. Unsur Kebersihan lingkungan untuk bank sampah merupakan faktor penting yang harus diperhatikan.
Acara selanjutnya dilakukan Acara Seminar Kit yang diberikan secara simbolis kepada
Sulastri Panjaitan, Christina Lase, Er Manik.
Acara sesi terakhir dilakukan foto bersama dan pembagian nasi kotak kepada warga masyarakat serta tiktok bersama.
(G/Ezri Situmorang)








WhatsApp us
Komentar