Ketua SWI Sumut Mengecam Tindak Kekerasan Terhadap Wartawan di Madina

Medan, Goosela.com – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Sumut, Rahmad Syukur.Sk sangat mengecam tindak kekerasan terhadap profesi Wartawan Jefry Barata. Wartawan Top Metronews.com, beliau adalah  bertugas di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Namun DPW SWI Sumut berharap kepada Polres Madina dan Polda Sumut segera tangkap Pelaku Penganiayaan terhadap Pers, bukan satu kali kejadian diskriminatif terhadap Profesi Jurnalis, sudah cukup berulang x Wartawan diintimidasi.

Ketua SWI Sumut Mengecam Tindak Kekerasan Terhadap Wartawan di Madina
Tampak Korban dianiaya oleh oknum tidak bertanggung-jawab pada salah satu cafe di Madina. (G/N)

Kami adalah mata telinga publik NKRI jangan kami diintimidasi, dan hentikan diskriminatif tentang kami, apakah salah kami dan kami mengikuti aturan UU Pers No 40 Tahun 1999.sesuai tupoksi dalam pemberitaan kami punya kode etik jurnalis ( KEJ) setiap pemberitaan kami selalu komfirmasi yang berimbang kenapa Anda, saudara benci dengan tulisan kami, apakah tampa kami dunia ini tahu tentang dunia berita.Publik adalah nara sumber kami.

Ketika melihat rekaman CCTV yang beredar luas bagaimana mereka sangat kejam dan kejinya para pelaku penganiayaan dan mengeroyok korban dengan hebat  tanpa ampun.

Namun tangggapan ketua DPW SWI Sumut Rahmad Syukur.Sik saat di temui di kantor nya Jalan. Rawa 2, Gang. Sedar, Kel. Tsm 3, Kec. Medan Denai, Sabtu (5/3/2022) pukul 11.14 WIB. Dikatakannya Ini sebuah tindakan yang tidak bisa di maafin oleh oknum ormas yang sanggup menjastis Oknum Wartawan terkait berita Tambang Emas yang diduga mereka lindungi dan mendapat kan Upeti dari Boss tersebut.

Baca juga:  Wartawan Dianiaya, Kapolres Madina: Kami Akan Bekerja Profesional dan Usut Kasus Ini Sampai Tuntas

Selanjutnya, merupakan perlakuan yang sangat tidak manusiawi dan menunjukkan sikap tidak punya nyali dan banci dari komplotan pelaku yang mempertontonkan arogansinya terhadap seorang jurnalis di depan umum.

“Terlepas dari masalah apapun. Ini sangat sadis. Apalagi jika penganiayaan terhadap rekan seprofesi kami. Jeffry menyangkut pemberitaan mengenai dugaan tambang emas ilegal, ini jelas membuat semakin dunia jurnalistik semakin geram. Inilah ancaman nyata terhadap dunia pers di tanah air,” ungkap Ketua SWI.

Berharap secara tegas atas nama profesi dan organisasi,Syukur.Sk mendesak aparat kepolisian,dari Jajaran  Polres Madina dan terkhusus kepada Kapoldasu,  Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak, untuk mengusut tuntas kasus ini dan segera menangkap seluruh pelaku yang terekam di dalam CCTV serta dalang di balik kejadian tersebut.

“Dalam informasi yang beredar kabarnya ini para pelaku merupakan anggota ormas. secara tegas menyatakan siapapun dia, sekalipun jika ada keterlibatan aparat berseragam, kami minta mereka semua harus ditindak.

Baca juga:  Museum Kalbar Gelar Pameran, Pangdam XII/Tpr: Sejarah Perjalanan Bangsa Jangan Dilupakan

Dan DPW SWI Sumut  mendesak Komnas HAM dan LPSK turun ke Madina untuk melakukan investigasi atas kasus yang nilai sebagai Extra Ordinary Crime.

Seperti diketahui, seorang wartawan di Madina kembali menjadi korban tindak kekerasan. Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar luas a/n: Jeffry Barata Lubis, wartawan dari Media Topmetronews.com.

“Saar di pukuli oleh sejumlah orang berambut diduga rambut cepak yang kabarnya oknum organisasi pemuda  Kejadian,nya  terjadi sekitar Jam (20.30)  Wib saat di Lopo Mandailing Coffe SPBU Aek Galoga, Madina.

Kekerasan yang menimpa Wartawan tersebut  diduga, terkait pemberitaannya yang menyudutkan salah satu Ketua OKP di kabupaten Madina.

Informasi yang di himpun dari Wartawan  topmetronews.com. Jeffry, Jumat pagi (4/3) Ketua OKP tersebut, meminta segera waktunya untuk bertemu dengan orang suruhannya.

Lalu ketua OKP tersebut meminta Jefri agar berbincang-bincang dengan tim suruhan nya, “bahkan saya sendiri tidak paham maksud dan tujuan nya untuk adakan pertemuan  tersebut,” Ungkap Jefri.

Selanjutnya Jefri merasa benar buat apa saya takut untuk bertemu, “karena pagi itu mereka menggunakan Handphone rekan saya, saat hendak buat laporan malam hari di Mapolres Madina, Jum’at (4/3/2022),” ucap Jepri.

(G/N)

Komentar