Hari Aids Sedunia, Akhiri Ketidaksetaraan yang Mendorong HIV

Medan, Goosela.comHari AIDS sedunia diperingati setiap tanggal 1 Desember. Setiap tahunnya, baik individu maupun organisasi di seluruh dunia memberikan perhatian lebih pada epidemi HIV. Hal tersebut guna meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang HIV.

World AIDS Day diperingati pertama kali pada tahun 1988. Dalam peringatan selalu diserukan peningkatan tanggapan untuk melawan HIV.

Berdasarkan pernyataan terbaru dari UNIDS, kematian karena HIV-AIDS terus bertambah hingga mencapai 7,7 juta dalam 10 tahun ke depan. Hal tersebut bisa saja terjadi, apabila terbukti pengobatan belum merata dan terjangkau.

Tanpa adanya tindakan tegas terhadap kesenjangan, maka dunia akan kehilangan sasaran untuk mengakhiri AIDS di tahun 2030. Selain itu, pandemi Covid-19 yang berkepanjangan akan mengakibatkan meningkatnya krisis sosial dan ekonomi.

Baca juga:  Gawat...Diduga Mafia Tanah Rampas Tanah di Lingkungan Kantor PT Perkebunan II Distrik Rayon Selatan Jalan Marindal I

Hari AIDS Sedunia, Mengatasi Ketidaksetaraan Struktural

40 tahun sejak kasus AIDS pertama kali dilaporkan, HIV turut mengancam dunia. Upaya dunia untuk mengakhiri AIDS di tahun 2030 tidak terhalang karena kurangnya pengetahuan dan alat untuk mengalahkannya. Namun, adanya ketidaksetaraan struktural yang menghalangi solusi untuk pencegahan dan pengobatan HIV.

Jika dunia ingin mengakhiri AIDS di tahun 2030, maka harus menghilangkan kesenjangan ekonomi, sosial, budaya, dan hukum.

Mengatasi kesenjangan adalah janji global yang telah berlangsung lama. Pada tahun 2015, seluruh negara berjanji untuk mengurangi kesenjangan di dalam negara dan antar negara. Hal itu sebagai wujud dan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Saat ini, seharusnya pemerintah bergerak dari komitmen dan tindakan. Kemudian hendaknya mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial yang inklusif.

Baca juga:  DPRD Medan: Pahami Peringatan Hari AIDS Sedunia

Akan tetapi, proses penanggulangan AIDS ini juga terbentur dengan adanya pembatasan mobilitas masyarakat karena pandemi Covid-19. Pencegahan dan pengobatan HIV mengalami kendala di wilayah yang rentan. Selain itu, program seperti edukasi di sekolah juga harus terhenti karena adanya pembatasan mobilitas.

Sangat penting untuk memperingati Hari AIDS Sedunia agar meraih sukses dan menghentikan secara bersamaan pandemi Covid-19 dan AIDS. Untuk memastikan kesempatan yang sama dan mengurangi kesenjangan, sebaiknya undang-undang, kebijakan, dan praktik yang diskriminatif dihilangkan. Kini tiba saatnya pemerintah menepati semua janji-janjinya. Dunia saat ini membutuhkan tindakan bukan hanya sebuah janji.

(G/Ad)

Komentar