oleh

Di Era Sekarang Banyak Orang Merasa Pintar Tapi Sebenarnya Tidak, Apalagi dalam Menggunakan Medsos yang Baik

Jakarta, Goosela.com – Di era globalisasi sekarang ini, banyak sekali  orang yang menggunakan nalarnya dalam menggunakan medsos kurang pintar dan mengaku cerdas dan sebenarnya bukan ahli tapi merasa pintar malah terkesan sok merasa pakar, dan kemudian bahkan omongannya banyak dipercaya orang.

Hal ini disampaikan oleh Romo Kefas dikatakannya  seseorang yang mengaku mempunyai wawasan ilmu dan kepakarannya tidak sadar akan kompleksitas ilmu pengetahuan tersebut, ia merasa apa yang ada di pikirannya itu sudah yang paling benar dan paling akurat, Kamis (4/8/2022).

Menurutnya sungguh aneh kehidupan di Jaman sekarang ini kenapa makin banyak orang yang tidak paham dan “kurang” Akan tetapi merasa dirinya lebih pintar dibanding para Ahli, dan banyak terjadi saat ini, orang yang tak pernah membaca buku merasa lebih pandai daripada seorang sarjana atau orang yg tidak pernah belajar ilmu medis tapi merasa lebih hebat daripada dokter dan lebih parahnya lagi seseorang yang baru belajar agama mendadak langsung merasa lebih pintar dan pakar serta merasa lebih Ahli dibanding seorang mengerti dengan orang yang belajar ilmu agama dalam konteks ke Ilmu an

Yang di mana sistem pengajaran lebih banyak fokus pada hafalan dan gaya ceramah satu arah yang monoton; dan tidak memicu budaya dialog serta pola berpikir mandiri yang kreatif.

Istilah bahasa jawa banyak orang yang ortodok. Serasa sudah punya ilmu S1 dan pakar dalam segala hal padahal SD pun tidak tamat juga agak susah memang menghadapi manusia semacam itu, akhirnya banyak berita hoak bertaburan di medsos, di beri tahu itu salah tetapi malah nyolot dan serasa diri paling benar.

Baca juga:  Silaturahmi dan Peran Kader TP-PKK Kabupaten Batu Bara dalam Penerapan Adaptasi Baru

Oleh sebab itu sangat miris melihat Implementasi keilmuan seseorang di jaman sekarang ini yang dimana orang tersebut yang belum memiliki ilmu pengetahuan yang valid dengan ilmiahnya dengan gampangannya bisa dilakukan oleh orang yang sok pakar dan bahkan omongannya bisa dipercaya oleh banyak orang yang dimana tidak ditopang oleh kaidah-kaidah kepakaran yang valid, namun kemudian justru diyakini banyak orang ” Ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua Romo Kefas Hervin Devananda yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Pewarna Jabar menyatakan di era internet dan media sosial sekarang ini makin banyak orang yang tidak paham tapi tak sadar bahwa dirinya tidak mengerti  apa – apa justru merasa dirinya paling mengerti,” imbuhnya.

Mereka tidak tahu ada ratusan jurnal ilmiah tentang topik yang dia bicarakan dan karena tidak sadar akan kompleksitas ilmu pengetahuan tersebut, ia merasa apa yang ada di pikirannya itu sudah yang paling benar dan paling akurat.

Baca juga:  Kapolda Kalbar Irjen Pol. Dr. Drs. R. Sigit Tri Hardjanto, S.H., M.Si Mengadakan Rapat Koordinasi Antar Lembaga Pencegahan Karhutla

Namun justru karena dia tidak pernah baca atau malas membacanya, dia tidak tahu betapa kompleksnya ilmu pengetahuan dalam topik tersebut dan fenomena sekarang ini bisa terlihat banyak orang bodoh mengaku pintar,” ucap Mantan Aktivis 98 ini .

Publik sekarang ini dipandang Romo kurangnya minat membaca dan semakin rapuh ilmu pengetahuan nya, makin malas membaca buku yang tebal dan sebaliknya, sekarang banyak orang yang lebih suka membaca kalimat pendek yang nantinya akan membuat pikiran banyak orang menjadi makin dangkal dan rentan.

Dengan kata lain orang yang miskin wawasan dan minim info, justru akan merasa sudah menguasai semuanya sebab dirinya tidak sadar betapa rumitnya penelitian-penelitian ilmiah dalam topik yang dia komentari.

Patut untuk dipahami seseorang yang benar pakar dan memahami begitu banyak wawasan, akan merasa rendah hati dan tidak merasa opininya paling benar. “Sebab dia sudah banyak baca kajian ilmiah tentangnya, dan sadar betapa rumitnya topik yang dia bicarakan,” tutupnya. (Red) (Mr. g/Jono)

Komentar