Akibat Berita, Wartawan Dicatut-catut dan Foto Profil Disebar di Grup IPK SE- INDONESIA

News572 Dilihat

Medan, Goosela.com – Akibat pemberitaan di salah satu Media Online terbitan Kota Medan Sumatera Utara (Sumut) terkait pemberitaan yang berjudul ” Diduga Bebas Memperjualbelikan Narkoba di Lokasi Hiburan “. Akhir nya seorang Wartawan berinisial NS menjadi korban tercatut- catut namanya di Grup medsos IPK SE-INDONESIA.

Padahal, dari keterangan NS melalui media ini bahwa Dia tidak tahu menahu dan tidak ada comend- comend yang aneh- aneh atas pemberitaan yang di muat di salah satu media online tersebut, Minggu (21/5/2023).

Adapun pencatutan NS tersebut yang di lakukan oleh a/n SUHERI yang fropil WA peribadi nya bertuliskan, DPP: PERSATUAN WARTAWAN SUMUT ” dan juga yang tergabung di grup ” Peduli Korban Narkoba ” yang dibentuk oleh LEMBAGA REHABILITASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNA NARKOTIKA (LRPPN) BHAYANGKARA INDONESIA di nomor nya +62 821-6186-8xxx

Baca juga:  Danrem 174/ATW Mendampingi Pangdam XVII/Cenderawasih Beserta Forkopimda Menyambut Kasad Beserta Rombongan

Selain pencatutan nama NS, SUHERI juga menyebarkan comend dan kata- kata yang dianggap sangat tak pantas di grup IPK SE-INDONESIA dengan ajakan mempropokator dan mengadu domba untuk mengajak orang melakukan tindakan penganiayaan melalui pesan di WA nya yang mengatakan, “Ini orang nya wartawan anjing macam uda hebat kali ini beritakan diskotik ketua nggak di pandang dia lagi kami orang IPK yang media juga gas aja ketua babi ini.”

“Jangan gara- dia kami yg kena imbasnya babi ini ketua udah aku maki dia” tulis SUHERI yang aku nya sebagai seorang Wartawan dan anggota Ormas di grup” Peduli korban narkoba.

Sementara, NS tidak ada membuat berita yang dimaksud di grup “peduli korban narkoba”. Tapi sasaran nya foto fropil NS di sebar di grup IPK SE-INDONESIA dan dituduh sebagai pembuat berita tersebut oleh SUHERI yang akunya seorang wartawan.

Baca juga:  Kodim Sukoharjo Melaksanakan Vaksin 200 Anak Usia 6-11 Tahun

Dengan tuduhan ujaran kebencian dan propokator yang di sebar oleh SUHERI di grup IPK SE-INDONESIA, NS sangat terkejut. Mengapa tipe seorang wartawan bisa megadu domba dan memprofokator serta mengintervensi media orang.

“Kalo memang merasa terganggu atas pemberitaan dari media lain, yaa balas kembali dengan pemberitaan di media kita. Itu lah yang dikatakan sebagai wartawan. Bukan malah memprofokatori dan menjelekkan wartawan serta mengajak orang untuk melakukan penganiayaan seperti yang dilakukan SUHERI yang akunya wartawan,” ungkap NS kesal.

(G/N)

Komentar