Medan, Goosela.com – Dalam rangka percepatan terbentuknya provinsi Tapanuli, sesuai surat keputusan Panitia Percepatan provinsi Tapanuli (PPPT) No : O1 / SK PPPT / II / 2023 pimpinan sidang PPPT menggelar konferensi pers yang bertempat di meeting room hotel Grand Antares Jalan SM Raja Medan, Jumat (17/2/2023).
Konferensi pers terkait penyampaian hasil Deklarasi Pemrakarsa dan pendiri yang semula bernama Panitia Provinsi Tapanuli (PPT) berubah menjadi Panitia Percepatan Provinsi Tapanuli PPPT pada hari Sabtu 8 Oktober 2022 yang berlangsung di kota Medan periode (2022 – 2025)
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum PPPT John H.Simatupang,SH,MH saat menggelar acara konferensi pers dihadapan awak media online, cetak dan elektronik.
Lebih lanjut John menjelaskan sesuai hasil Deklarasi Panitia Percepatan Provinsi Tapanuli (PPPT) yang berlangsung di Tarutung, Sabtu (29-10-2022).
Selanjutnya, hasil rapat luar biasa para pemrakarsa dan pendiri Panitia Percepatan Provinsi Tapanuli (PPPT) yang berlangsung di kota Medan Sabtu, 13 Januari 2023, diambil keputusan bersama oleh Dewan Pembina, Dewan Penasehat, Dewan Pakar,utusan 5 Kabupaten dan Kota beserta seluruh Peserta yang hadir untuk memberhentikan dengan tidak hormat Yonge Sihombing sebagai Sekjen dan menggantikannya dengan Ir. Bernhat Siahaan.
Dan dalam mempercepat terbentuknya Provinsi Tapanuli Ketua Umum J.S Simatupang telah melakukan lobi-lobi melalui DPR RI, Mendagri, Wakil Presiden sebagai pemegang otonomi dan sekaligus memohon kepada Presiden RI Joko Widodo.agar beliau dapat segera merealisasikan harapan warga masyarakat Tapanuli untuk terbentuknya provinsi Tapanuli,” ucap John.
Lanjut Antoni Purba, M.Si selaku Wakil Ketua Umum mengatakan dari awal pembentukan provinsi Tapanuli sudah ada kesepakatan Bupati dan DPRD yang terdiri dari 5 Kabupaten dan 1 Kota untuk pembentukan Propinsi Tapanuli.
“Kita panitia percepatan Propinsi Tapanuli yang ada sekarang ini mencoba berusaha untuk meneruskan perjuangan dan cita cita pengurus atau panitia pembentukan Propinsi Tapanuli yang terdahulu,” ucap Antoni.
Masih menurut Antoni,pada tanggal 7 Oktober 2022, bahkan pada tanggal 8 Oktober 2022 waktu Deklarasi pertama yang menjadi motor atau penggerak adalah J.S Simatupang, Rustam Siregar, Korliston Sijabat dan Yonge Sihombing.
“Empat pilar ini sebenarnya pada tahap awal kepengurusan membentuk panitia yang dinamai Panitia Provinsi Tapanuli (PPT). Setelah Deklarasi 8 Oktober 2022 muncul beberapa usul dari Kabupaten kota dan para peserta agar dinamakan Panitia Percepatan Pembentukan Provinsi Tapanuli (PPPT)”tandasnya.
Hadir dalam acara tersebut di antaranya Dewan Pakar Prof.dr.R.S. Parhusip, SPP (K), Ketua Harian Dr.Ir.Rustam Efendi Siregar,M.Si, Wakil Ketua Umum John H.Simatupang,SH,MH, Wakil Ketua Umum Drs.Antoni Purba,M.Si Bendahara Umum Dr.Korliston Sijabat SE.SH.MH.M.Th, Wakil Sekjen Sitinjak , Wakil Sekjen St.Drs.Albert Panjaitan, Ketua Bidang Komunikasi dan Publikasi Burju Simatupang ST.
Dan di kesempatan tersebut Burju Simatupang ST yang juga merupakan Pimpinan Media Pendamping News”MPnews ” dan Metropos 24, mengatakan kepada rekan rekan wartawan, seluruh pengurus PPPT yang telah terbentuk ini akan selalu bekerjasama untuk terbentuknya Provinsi Tapanuli dengan segera, sesuai dengan harapan dan cita cita dari warga masyarakat Tapanuli yang selama ini.
(G/ES)








WhatsApp us
Komentar